Senin, 05 Oktober 2015

ACC Outline Skripsi

Udah lama nggak nulis blogg.. Bukan kenapa, tapi karena lagi nggak sempet-sempet aja buka note buat ngetik-ngetik lucu.. :D
BTW, mumpung sekarang lagi buka laptop dan free time boleh kali yaa cerita-cerita lagi setelah sekian lama..

===
Semester ini gue lagi ambil skripsi.. Alhamdulillah hari Senin kemaren tanggal 21 September 2015 outline skripsi di ACC dosen pembimbing outline.. Alhamdulillah juga, gue jadi mahasiswi pertama yang ngasih outline dan langsung ACC.. So, gue ngumpulin transkrip nilai yang di situ tertera bahwa gue mendapat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sebesar 3,25.. Which is itu masih jauh buat jadi mahasiswi cumlaude.. Secara, cumlaude kan 3,5 keatas.. Jadi yaa setelah di hitung-hitung, untuk jadi cumlaude nantinya, IP gue semester ini minimal harus 3,8.. WHAT...??? Tapi yaa itu kenyataannya..

Sekarang gue lagi nunggu pengumuman siapa yang jadi dospem (dosen pembimbing).. Semoga aja, dospemnya sesuai harapan.. Amin..

Kamis, 25 Juni 2015

Hikmah Rasa Syukur (lagi)

Oke hari ini gue BT.. FIXED gue BT...!!
Karena apa.? Karena konseli yang sangat gue harapkan tersebut tidak hadir untuk membantu gue melancarkan proses UAS konseling hari ini.. So, gue BT, kesel, dan kayaknya butuh konseling.. Wkwkwk..
Nggak deng, lebay..
===

Cuman di hari ini gue banyak ambil hikmah atas rasa syukur yang selalu gue panjatkan disetiap helaan nafas gue.. Hikmah hari ini adalah hadirnya sosok yang menolong gue saat dimana kondisi gue berada pada kondisi psikis yang sebenarnya lemah.. Lagi-lagi gue nilai ini sebagai bentuk pendewasaan diri gue yang luar biasa supaya gue bisa mengkontrol seluruhnya lebih apik lagi.. Dan yang jelas, sosok luar biasa yang membantu gue itu adalah junior yang dulu sempet gue kenal lewat audisi choir, dan dia orang yang gue audisi saat itu..

Udah jalan Tuhan, kita kerja sama bareng lagi, dan dia ngebantuin gue jadi konseli dadakan gue tadi pagi.. Terimakasih loh Anggun..

*Foto sama Anggun, selesai proses UAS Konseling (Kamis, 25 Juni 2015)

Kamis, 04 Juni 2015

RESOLVE

Gue tau lo sedang mendapat masalah besar.. Gue tau kondisi psikis dan mental lo terguncang hebat.. Dan gue tau betapa bencinya lo dengan orang-orang terkait yang lo kesankan sebagai sosok yang KEPO atau terlampau caring dengan segala urusan dalam hidup lo.. Termasuk berargumen bebas, dan mengungkapkan rasa kecewa lo saat itu..

Yang gue lakukan.? DIAM..
Kenapa diam.? Karena gue mengawasi dari sini.. Dari jarak kejauhan yang memang itu posisi gue di lingkaran lo.. Entah, gue seperti orang yang terlalu percaya diri ketika sadarnya gue ingin terlibat dalam masalah yang menyangkut moral dan mental terdalam lo seperti itu..
Seketika gue terhentak ketika ada pihak-pihak yang menyadarkan diri gue agar tidak sama sekali berperilaku semacam 'pahlawan' yang bisa jadi sebagai pihak yang 'pro' dengan lo.. Apalagi, berasaskan rasa cinta dan kasih sayang gue yang sudah lama terasa sejak 2 tahun lalu..

Sebenarnya, gue memberontak dan menolak persuasi dari mereka.. Tapi apa daya, mereka benar, melihat kenyataan saat ini dimana lo yang (seperti) mengenyahkan gue dengan cara lo sendiri..
Sikap lo yang seperti 'artis' yang nggak mau kehilangan 'fans' nya.. Lo enyahkan gue, tanpa lo peduli kalo lo sedang berurusan dengan hati.. Hati yang siap terbuka untuk apapun dengan lo..

So fixed.. Anggapan gue, lo sudah mengenyahkan gue.. Tanpa basa-basi, terlalu sering lo mencari sisi buruk gue, bersamaan ketika gue selalu mencari sisi baik lo yang kerap gue banggakan di depan banyak orang.. Lo emang nggak minta untuk ini.. Tapi intuisi gue yang meminta diri gue untuk melakukannya..

HAHAHA.. Lucu.. Di satu sisi, gue seperti melanggar janji gue sendiri untuk setia.. Tapi di sisi lain, gue membela hak gue, karena lo hanya membiarkan gue dengan rasa ini sendirian.. Entah apa yang ada di benak lo, entah rencana masa depan seperti apa yang lo perjuangkan.. Yang jelas gue teramat sedih ketika mendengar sautan lo yang bilang "Udahlah, biarin aja", ketika kerabat lo sendiri yang menanyakan kepastian itu..

HELLOOOOO...?? Artis gue emang luar biasa..
Kalau begitu, silahkan hadapi masalahnya supaya daya resiliensi lo lebih keren..
Selamat atas keberhasilan dari usainya permasalahan itu..
Gue rasa, itu memang pelajaran paling oke untuk diri lo yang teramat sempurna di mata gue..
===

Tenang, gue masih ada di tahap (R-E-S-O-L-V-E)..

3 Kali = MUAK

Seharusnya, pagi ini gue nggak ada jadwal jaga stand.. Cuman, karena gue sadar kemaren gue nggak jaga karena masih bermasalah sama kondisi fisik, akhirnya gue ganti hari ini.. Kemaren gue rasa cukup hectic banget karena nggak adanya 'peran' gue.. Karena apa.?! Karena anak-anak kelabakan karena yang biasa nge-handle jatuh sakit dan nggak bisa bantu banyak..

Secara pribadi, gue sangat sedih.. Karena gue, banyak dari mereka yang merasa kesusahan nge-handle ini itu.. Tapi balik lagi.. Mereka terlalu terbiasa dengan sikap 'mengandalkan' orang lain, padahal gue rasa mereka bisa melakukannya sendiri.. 

Cukup bisa dibilang, gue muak sama orang-orang seperti ini.. Siapa pun, dan dimana pun.. Dasarnya, gue suka banget nge-bantu siapapun yang terlihat 'kesulitan'.. Apapun jenis kesulitannya mau itu ringan ataupun berat, selagi gue mampu, ada waktu, dan menguasai hal tersebut gue pasti akan bantu.. Bahkan nggak mandang itu orang sedang bermasalah sama gue atau nggak.. Tetep, intuisi gue akan mencapai suatu kebahagiaan ketika orang yang gue bantu merasa sangat terbantu dan cukup bisa bernapas lega tanpa terengah-engah.. Dasarnya itu, yaa ya udah..
===

Gue selalu melibatkan angka 3 dalam hal apapun.. Baik itu kesalahan, kesusahan, kebohongan, atau hal-hal negatif lainnya.. Kalo lo bohongin gue 3 kali, fixed gue akan meredam untuk bisa deket sama lo lagi (dalam artian menjauh secara perlahan).. Kalo lo berbuat kesalahan ke gue secara pribadi sebanyak 3 kali, fixed gue akan berpikir ulang untuk meminta lo melakukan apa yang gue inginkan.. Kalo lo kerap merasa sulit dan terbebani bekerja sama dengan gue sebanyak 3 kali, fixed gue akan berpikir ulang juga untuk mau bekerja sama dengan lo..

Perhitungan ala statistika sederhana seperti itu, sudah gue terapkan sejak SMA.. Sejak masa remaja gue, yang beberapa kali mendapatkan pengalaman ketir akibat ketidak-konsisten-an gue dalam memilih dan melibatkan hal apapun.. Gue belajar itu semua -sendiri-.. Gue pelajari alurnya, gue pahamin konsepnya.. Dan memang 'radar' - 'intuisi' gue yang mengajak untuk itu.. Hmmm..

Idealis, memang.. Dan nggak sedikit orang juga bilang demikian.. Perfectionist, yaa lumayan.. Karena gue suka dengan proses yang terstruktur dan terencana dengan baik dan sesuai jalurnya.. (makannya benci banget ketika ada orang ditanya "gimana selanjutnya.?" ||"yaa liat aja nanti" dalam artian orang itu nggak punya rencana dan nggak ada tujuan untuk melakukan suatu hal terencana)..
===

Terus, korelasinya untuk pembukaan gue diatas apa.??
Yaa semoga aja pembaca postingan-postingan di blogg ini dapat dengan dewasa menyimpulkannya sendiri.. Betapa muaknya gue dengan individu-individu yang banyak mau, tapi minim usaha.. Yang banyak mau, tapi minta orang lain untuk mengerjakan.. Dan yang banyak mau, tapi kerap tidak menghargai usaha kecil dari tujuan besar yang terus di pamerkan.. SHITT THAT...!!
-thank you





Jumat, 15 Mei 2015

Kecintaan

Ini berawal dari ke-sudah-tidak-betahannya gue berada lama-lama di kostan.. 2 minggu belakangan, gue hanya jadikan kamar kost sebagai 'tempat peristirahatan sejenak' (kalo butuh) di siang hari dimana udah Jakarta panasnya suka nggak becanda.. Yaa kalo nggak balik kostan, paling gue stay di kampus ngobrol sama beberapa senior Psikologi..
Ditambah lagi, minggu ini ada 2 tanggal merah, yang satu kenaikan Yesus, yang satu Isra' Miraj' (indahnya perbedaan).. Indah, karena jadi nambah liburnya, wkwkwk..

Sejak hari Rabu kemaren, gue udah tiduran nyantai di kamar pribadi yang nuansanya serba hijau (iyaa, karena hijau warna kesukaan nyokap, dan kamar itu doi design tanpa diskusi sama gue sebelumnya -_-").. Dan sejak hari Rabu kemaren juga, gue bisa lebih leluasa main sama Adinta dan bercengkrama ramai sama nyokap, bokap, dan kedua kakak perempuan gue..

Hubungan yang kerap nggak 'senada', bikin kami sering mendekatkan diri satu sama lain.. Terlebih kondisi panas yang sempat terjadi saat usia remaja gue hadir, yang sampai sekarang bekasnya masih belum kering.. Gue sadar, intensitas gue untuk berkumpul sama mereka itu sudah mulai berkurang-berkurang-dan terus berkurang..

Dalam persentase, mungkin bisa dijelaskan dengan angka kalo gue mendapat perhatian dari orang tua sebesar 70 persen saat masa kanak-kanak, 80 persen beranjak remaja, dan masa dewasa saat ini yang turun menjadi 40 persen.. Dua kali lipat sangat drastis.. Shock.?! Yaa lumayan.. Di awal, gue bahkan sempat hilang kendali.. Cuman dasarnya karena gue punya sisi ke-datar-an di atas rata-rata (read : cuek) dan hanya bisa mengekspresikan rasa kecewa itu dalam diri tanpa terluapkan keluar, akhirnya nggak ada yang sadar kalo sebenarnya gue sangat butuh angka 80 persen itu sekarang..

Tapi apa.? Gue sadar.. Gue bukan Fika si anak bontot yang kecil dengan pikiran yang amat pendek.. Gue udah besar.. Selain besar badan, gue juga besar hati, logika, dan pengalaman yang sudah gue rangkai sendiri biar indah buat gue dan orang yang gue sayang kelak..
===

Nah, libur di minggu inilah yang kemudian kerap mempertemukan gue dengan sikon-sikon yang gue rindukan.. Walaupun tetap saja, semuanya masih rigit karena ada satu rasa yang mulai hilang..
Rasa apa itu.?
Hmmm gue pikir, itu adalah satu rasa yang masih gue raba sampai saat ini.. Entah masih kental, sudah mulai luntur, atau bahkan hilang..
*masih diraba*

Sabtu, 09 Mei 2015

Cucu Yangkung

Semakin kesini, gue semakin mengenal pribadi orang-orang sekitar yang cukup unik dan nggak biasa.. Salah satunya orang ini.. Awal masuk Paramadina, gue tau dia temen se-angkatan dan se-prodi.. Cuman, hasrat ego yang masih setinggi leher (pada saat itu soalnya kan baru lulus-lulusnya SMA, masih malu-malu dan kaku sama lingkungan baru) buat gue enggan hanya untuk nyapa dan ngajak ngobrol temen-temen yang masih asing kala itu.. Lagi pula, kita beda kelas..

Semester 1, semester 2, semester 3, semester 4, hubungan kita biasa aja.. Nggak pernah ada libatan kelompok antara gue dan orang ini.. Jadi yaa nggak ada komunikasi yang urgen banget kann.?! Kalo ngobrol pun se-kena-nya dan se-ada-nya aja.. Penting yaa diomongin, nggak penting yaa diem.. Nggak ada basa-basi atau apapun hanya untuk 'memancing' kita buat berinteraksi lebih dalam..
Cuman, karena orang ini pribadinya rame, dia jadi punya banyak followers.. Temen-temen sekelas kalo berisik yaa nge-berisikin kelakuan dia yang kadangan gue fikir itu kelakuan 'random' remaja-remaja akhir yang sedang menuju tingkat kedewasaan pertama, hahaha..

Cukup sering terganggu sih, sama berisiknya dia dan teman-teman sekelas yang kadangan nggak paham sikon.. Cuman yaa apa boleh buat, dari semester 3 (prodi Psikologi yang tadinya ada 2 kelas mengerucut jadi cuman 1 kelas dengan isi manusia yang lebih dari 30 orang), gue sama beberapa temen dari kelas A udah paham sama keberisikannya mereka.. Yaa kadangan bikin ketawa juga sih..
===

Oiia di awal semester 4 gue dan Nadia (temen se-angkatan prodi Hubungan Internasional) memutuskan untuk nge-kost bareng di salah satu kostan di daerah Mampang II.. Nah, bulan Oktober gue tau depan kamar gue itu kosong dan nggak ada orang.. Nggak taunya, seminggu setelah itu gue dapet info kalo ada anak Paramadina yang nge-kost di situ juga..

Ehhh ternyata yang nge-kost 2 temen gue.. Jhaaa gue ngakak dong.. Dasarnya nggak terlalu deket, ternyata ada aja cara buat deket.. Gue mikir, mungkin ini cara Tuhan buat ngedektin gue dan 2 orang temen itu karena dari awal interaksi kami nggak begitu lancar..

Karena satu kostan bareng, interaksi jadi cukup aktif dan tau-tau semakin meningkat drastis.. Kita sama-sama flashback gimana jaman-jaman awal kuliah yang cuek-cueknya, sampe nggak ada motivasi buat ngobrol dan kenal satu sama lain.. Bikin apa.?! Bikin NGAKAK, bhahahaha..
===

Oiia, 2 orang itu adalah Thya dan Mitha.. Mereka sekarang, jadinya nggak cuman deket sama gue doang, mereka juga intens ngobrol dan jadi deket juga sama Nadia (roommate gue) yang sebelumnya belum mereka kenal..

Gue seneng, selain gue bisa minjem hairdryer tiap abis keramas, selain bisa nemenin gue di kamar kalo sendirian, selain bisa bikin gue ngakak karena kelakuan random mereka, dan selain nambah temen dengan intensitas komunikasi yang cukup sering, gue juga seneng karena gue sudah mengenal pribadi baru dengan lebih dalam ditambah berbagai macam keunikan mereka yang keren.. Hahaha..

Mulai dari ulang tahun Nadia dan Mitha di bulan Desember, gue di Januari, dan Thya di bulan ini (bulan Mei), kita rayain bareng-bareng.. Foto-foto dilanjut ngakak koyol yang sering kena teguran satpam kostan dan omongan tetangga kamar yang katanya kita berisik banget..Wkwkwk..

Termasuk malam tadi, gue sama Nadia mengendap-endap masuk kamar Thya sambil bawa chesee cake favorite Thya.. Sayangnya, Mitha nggak bisa ikutan karena dia harus pulang ke Pondok Kelapa.. Tapi yaa alhamdulillah nya rencana berhasil dan terlihat Thya seneng banget..

Sekali lagi, selamat ulang tahun yaa thy.. Semoga semakin sehat, panjang umur, banyak diberi kemudahan dalam mencapai sukses, lancar kuliah, semakin sholehah dan jadi kebanggan orang tua.. Dan yang pasti, semakin dewasa dengan semakin cerdas dalam memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk.. Amin..
===

Jadi yaa gini kedekatan kita (cucu yangkung) yang kurang lebih udah berjalan 8 bulan belakangan (
Oiia, rencana nya tanggal 11 Mei nanti kami ber-4 berencana untuk mengikuti program diet bareng plus olahraga cardio dan zumba.. Bahahaha.. Konyol sih, cuman yaa lucu aja dilakuin bareng-bareng.. Semoga terlaksana dengan baik sesuai rencana yaa tjoyyy~~

Jumat, 08 Mei 2015

Today

Ini udah tengah malem..
Malem Jum'at ini, gue sempetin buat pulang ke Halim buat nengok nyokap dan bokap (karena Sabtu besok gue ada perform di Rolling Stone Kemang dari pagi sampe malem, yakin nggak bakal sempet ketemu mereka minggu depan lagi)..
Kebetulan, hari ini latihan choir libur.. Kelas pun, tadi selesai jam 14.25 siang.. Selesai kelas, gue dipanggil kak Tanita nyusul dia ke Perpus buat bantuin dia ngerjain tugas.. Laaa gue mah ayok-ayok aja selagi gue lowong..

*Lah gue mah begini, dimana gue sama sekali (bahasa gaulnya 'samsek') nggak bisa sama yang namanya ngerjain tugas di kampus.. Even itu di perspus sekali pun.. Terlebih di resto-resto atau tempat lain yang sejenisnya.. Kalo buat belajar, yaaa gue masih bisa lah (karena metode belajar gue visual abis).. Cuman kalo untuk nugas yang membutuhkan banyak konsentrasi, tingkat kefokusan yang tinggi, dan ketahanan fisik yang terus terjaga, gue hanya bisa lakukan itu di rumah atau kostan doang..

Kenapa.? Karena kalo di perpus, gue pasti baca banyak buku dan lupa sama tugas.. Kalo di tempat makan, yang ada rumpi dan terlena sama makanan, terus abis itu ngantuk.. Jhaaa -_-"
Waalaikumsalam deh kalo gitu.. Tugas gue nggak selesai, malah bubar jalan grakkk yang ada..

Alhamdulillah nya, gue punya problem solving yang paten dan cukup tinggi tingkatan nya (hasil tes Psikologi).. Jadi, gue bisa tau lemahnya gue, dan gue jadi bisa tau juga apa yang harus gue lakukan supaya lemahnya gue itu bisa ke tolong dan akhirnya gue terbebas dari persoalan-persoalan pelik yang menyiksa jasmani dan rohani gue (shittt gue ngomong apaan dah, bhahaha)..
===

*Lanjut cerita yang tadi siang*
Karena nggak betah lama-lama di perpus, akhirnya gue ajak senior gue itu ke kostan dan kita lanjut ngerjain disana.. Namanya gue, kalo nugas kelakuannya random.. Dari duduk, tengkurep, terlentang, nungging, sampe 'leyeh-leyeh' kadang gue lakukan supaya gue tetep bisa jaga mood buat nugas.. Semua kelakuan aneh tadi kan nggak bisa dilakukan kalo gue tetep bertahan nugas di perpus kannn...?? Jadi yaa jalan keluarnya adalah ngerjain semua kerjaan itu di privat room gue sendiri dongsss..

Nyampe kostan, nggak ada A-B-C-D-E, cuci kaki dan tangan, lanjut gue bantuin si kakak buat nugas dan nyari beberapa buku eksperimen (yang gue punya) di lemari buku.. Udahannya, kita rumpi seksi ala-ala sampe jemputan gue dateng, dan gue langsung pulang ke Halim, dan kak Tanita lanjut pulang kerumahnya (iyaa iyaa lah~~)
*TODAY*