Hujan deras.. Hujan dari semalam yang nggak kunjung berhenti..
Pagi itu, badan masih pegel-pegel, lelah karena jadwal kompetisi yang makan waktu hampir satu minggu kemaren di Bandung.. Bersyukurnya tim bawa pulang piala dan uang dengan predikat Best Performance yang berhasil ter-raih..
Walaupun memang hanya sedikit pengorbanan yang terlibat untuk melakukan hal tersebut.. Bukan berarti meremehkan atau gimana, tapi ini yang asli dan terjadi dalam diri.. "Kurang puas"..
Akibat pengorbanan yang nggak seberapa itu, meremehkannya jadi terkesan lebih mudah.. Memang tidak baik.. Tapi itu yang kemudian tak sadar terjadi dalam diri dan sebagian anggota lainnya.. Lelah, dan hanya anggap ini sebagai hiburan dan liburan..
Positifnya, anggap ini sebagai pelajaran berharga untuk meraih sesuatu yang lebih cemerlang dan lebih membanggakan lagi..
Positifnya, anggap ini sebagai gerbang awal untuk pengalaman yang lebih bernilai lagi nantinya..
Positifnya, anggap ini sebagai bekal untuk mempersiapkan dan melakukan hal-hal baru lainnya dengan penuh pengorbanan dan maksimal..
Good luck team..
Kejujuran cerita sesuai pengalaman setiap hari, yang nggak jarang ngusik intuisi jadi 'ON'
Selasa, 10 Februari 2015
Senin, 09 Februari 2015
Perahu Kertas
Mba Maudy Ayunda, terimakasih yaa udah nyanyiin lagu (yang lumayan lama itu) dengan lirik yang representatif banget itu.. Representatif buat kondisi 'batiniah' saya maksudnya.. ^_^
===
Di sekolah taman kanak-kanak dulu, seinget gue, gue pernah diajarin gimana caranya bikin perahu-perahu-an pake kertas origami.. Dasarnya kurang lihai, gue cuman bisa jadiin kertas origami itu dalam bentuk 'topi suster' bukan 'perahu kertas' yang guru perintahkan.. Guru itu marah.?! Nggak.. Nggak marah sama sekali.. Justru guru itu bangga sama gue, karena gue udah buat bentuk lain daripada yang lain, dengan tetap menggunakan kertas origami yang sama kayak temen-temen gue lainnya..
Guru itu bilang kalo gue kreatif.. Kreatif karena bisa menciptakan karya yang baru.. Kreatif karena kelihaian gue yang di bawah rata-rata anak-anak TK kebanyakan.. Kreatif karena gue bisa buat sesuatu yang nggak kepikiran orang lain, padahal bentuk 'topi suster' itu adalah salah satu tahapan pelipatan kertas origami buat jadi 'perahu kertas'..
===
Semakin besar, gue tengok kanan-kiri lingkungan.. Gue belajar untuk melanjutkan lipatan origami gue itu, supaya jadi 'perahu kertas' yang banyak orang bisa lakukan..
Tapi, kertas origami usang yang gue pakai buat bikin 'perahu kertas' nya ternyata sudah terlalu lama dan menua seiring berjalannya waktu..
Ketika berhasil buat 'perahu kertas' itu, di saat itu juga 'perahu kertas' yang gue buat robek dan tenggelam dalam air hujan..
Sedih.?! Iyaa ada rasa sedih pastinya.. Karena itu manusiawi banget..
Tapi menjadi bangga karena pada akhirnya gue bisa buat bentuk 'perahu kertas' yang juga bisa dilakukan banyak orang, terlebih dengan kertas origami yang sudah lama terlipat dengan lipatan 'topi suster' itu..
"TERIMAKASIH"
===
Di sekolah taman kanak-kanak dulu, seinget gue, gue pernah diajarin gimana caranya bikin perahu-perahu-an pake kertas origami.. Dasarnya kurang lihai, gue cuman bisa jadiin kertas origami itu dalam bentuk 'topi suster' bukan 'perahu kertas' yang guru perintahkan.. Guru itu marah.?! Nggak.. Nggak marah sama sekali.. Justru guru itu bangga sama gue, karena gue udah buat bentuk lain daripada yang lain, dengan tetap menggunakan kertas origami yang sama kayak temen-temen gue lainnya..
Guru itu bilang kalo gue kreatif.. Kreatif karena bisa menciptakan karya yang baru.. Kreatif karena kelihaian gue yang di bawah rata-rata anak-anak TK kebanyakan.. Kreatif karena gue bisa buat sesuatu yang nggak kepikiran orang lain, padahal bentuk 'topi suster' itu adalah salah satu tahapan pelipatan kertas origami buat jadi 'perahu kertas'..
===
Semakin besar, gue tengok kanan-kiri lingkungan.. Gue belajar untuk melanjutkan lipatan origami gue itu, supaya jadi 'perahu kertas' yang banyak orang bisa lakukan..
Tapi, kertas origami usang yang gue pakai buat bikin 'perahu kertas' nya ternyata sudah terlalu lama dan menua seiring berjalannya waktu..
Ketika berhasil buat 'perahu kertas' itu, di saat itu juga 'perahu kertas' yang gue buat robek dan tenggelam dalam air hujan..
Sedih.?! Iyaa ada rasa sedih pastinya.. Karena itu manusiawi banget..
Tapi menjadi bangga karena pada akhirnya gue bisa buat bentuk 'perahu kertas' yang juga bisa dilakukan banyak orang, terlebih dengan kertas origami yang sudah lama terlipat dengan lipatan 'topi suster' itu..
"TERIMAKASIH"
Kamis, 29 Januari 2015
30 Hal Tentang Gue :
1. Anak bungsu yang dipanggil "kakak" sementara kakaknya dipanggil "adek"..
2. Badan paling gede, rambut paling keriting, kulit paling hitam, dan otak paling gesrek diantara kedua kakaknya..
3. Ketua genk jaman TK yang sukanya berantem sama anak lain..
4. Doyan makan dari olahan ayam dan tempe, minumnya teh manis..
5. Nggak suka sayur, bakso, kwetiau, bihun, kuning telor, kerang hijau, dan krupuk emping..
6. Ketua Paskibra dan Instruktur Paskibra dengan pangkat terakhir Instruktur Muda list merah-emas (Komando) tahun 2007-2011..
7. Jaman SMA pernah masuk BK (Bimbingan Konseling) gara-gara berantem sama temen yang nyebut gue "Sampah"..
8. Baru 1 kali pacaran dengan waktu 3 tahun 11 bulan.. Putus karena diselingkuhin..
9. Pernah keram lidah gara-gara berusaha ngambil daging nyempil di sela-sela gigi geraham belakang..
10. Jarang mandi kalo ada kuliah pagi (jam 7.00).. Terlebih kalo bangun tidurnya jam 6.45..
11. Yang awal dilakukan kalo mandi adalah sabunan badan.. Abis itu keramas, sabunan muka dan sikat gigi.. Dalam waktu 30 menit (IN TIME)..
12. Selalu muntah abis sikatan gigi..
13. RUTIN olahraga sebelum tidur malam (loncat-loncat, senam-senam dan melakukan gerakan abstrak lainnya)..
14. RUTIN 'ngulet', senam-senam kecil, dan minum air mineral 2 gelas setelah bangun tidur..
15. Lebih suka beres-beres rumah yang berantakan, daripada berkutat dengan urusan dapur (masak, cuci mencuci, dll)..
16. Nggak bisa nyalain kompor gas..
17. Rekor begadang malam selama 4 hari karena ngerjain tugas Metode Penelitian Kuantitatif..
18. Nggak suka Matematika, tapi nggak pernah nyesel bergabung dalam dunia Psikologi..
19. Rambut pernah di potong bondol (pendek) karena cita-cita jadi WARA (Wanita Angkatan Udara)..
20. Beralih bidang karena memutuskan untuk berhijab (dari dunia ke-tentara-an ke dunia ke-psikologi-an)..
21. Pernah naik Hercules (pesawat milik TNI-AU) dan langsung menyaksikan tentara terjun payung dari buntut pesawat..
22. Masih sering mengkhayal punya kembaran feminim dengan nama Fiky..
23. Karena permasalahan pelik, jaman SMA pernah menghadap Komandan kantor Ayah di rumah pribadinya..
24. Berawal iseng nyanyi di kamar mandi, tau-tau bisa capai prestasi taraf internasional di Vietnam dan Filipina..
25. Wakil pengurus Paramadina Choir yang tiap mau merintah, ijin dulu sama yang mau diperintah..
26. Sering debat sama Ketua pengurus karena opini yang berlawanan..
27. Aktivitasnya flat.. Ngampus-nongkrong-choir-ngampus-nongkrong-choir-ngampus-nongkrong-choir (gitu terus sampe semester 7, Amin)..
28. Kalo libur kuliah, lagi males dan nggak ada kerjaan, ritme aktivitasnya makin alay.. Bangun jam 10.00.. Stay di atas tempat tidur (main Hay Day, nonton film, ataupun cek sosmed), dan baru mandi jam 20.00.. Lanjut tidur jam 01.00..
29. Suka banget sama sesuatu yang 'berbau' owl, purple, Nokia, Honda, & Fresh Green Tea..
30. Gue lebih suka untuk "Mencintai" daripada "Dicintai".. Karena, dengan mencintai gue bisa berjalan sesuai kemauan, kemampuan dan kesukaan gue terhadap suatu hal.. Dan yang pasti gue lebih merasa tertantang akan hal itu..
2. Badan paling gede, rambut paling keriting, kulit paling hitam, dan otak paling gesrek diantara kedua kakaknya..
3. Ketua genk jaman TK yang sukanya berantem sama anak lain..
4. Doyan makan dari olahan ayam dan tempe, minumnya teh manis..
5. Nggak suka sayur, bakso, kwetiau, bihun, kuning telor, kerang hijau, dan krupuk emping..
6. Ketua Paskibra dan Instruktur Paskibra dengan pangkat terakhir Instruktur Muda list merah-emas (Komando) tahun 2007-2011..
7. Jaman SMA pernah masuk BK (Bimbingan Konseling) gara-gara berantem sama temen yang nyebut gue "Sampah"..
8. Baru 1 kali pacaran dengan waktu 3 tahun 11 bulan.. Putus karena diselingkuhin..
9. Pernah keram lidah gara-gara berusaha ngambil daging nyempil di sela-sela gigi geraham belakang..
10. Jarang mandi kalo ada kuliah pagi (jam 7.00).. Terlebih kalo bangun tidurnya jam 6.45..
11. Yang awal dilakukan kalo mandi adalah sabunan badan.. Abis itu keramas, sabunan muka dan sikat gigi.. Dalam waktu 30 menit (IN TIME)..
12. Selalu muntah abis sikatan gigi..
13. RUTIN olahraga sebelum tidur malam (loncat-loncat, senam-senam dan melakukan gerakan abstrak lainnya)..
14. RUTIN 'ngulet', senam-senam kecil, dan minum air mineral 2 gelas setelah bangun tidur..
15. Lebih suka beres-beres rumah yang berantakan, daripada berkutat dengan urusan dapur (masak, cuci mencuci, dll)..
16. Nggak bisa nyalain kompor gas..
17. Rekor begadang malam selama 4 hari karena ngerjain tugas Metode Penelitian Kuantitatif..
18. Nggak suka Matematika, tapi nggak pernah nyesel bergabung dalam dunia Psikologi..
19. Rambut pernah di potong bondol (pendek) karena cita-cita jadi WARA (Wanita Angkatan Udara)..
20. Beralih bidang karena memutuskan untuk berhijab (dari dunia ke-tentara-an ke dunia ke-psikologi-an)..
21. Pernah naik Hercules (pesawat milik TNI-AU) dan langsung menyaksikan tentara terjun payung dari buntut pesawat..
22. Masih sering mengkhayal punya kembaran feminim dengan nama Fiky..
23. Karena permasalahan pelik, jaman SMA pernah menghadap Komandan kantor Ayah di rumah pribadinya..
24. Berawal iseng nyanyi di kamar mandi, tau-tau bisa capai prestasi taraf internasional di Vietnam dan Filipina..
25. Wakil pengurus Paramadina Choir yang tiap mau merintah, ijin dulu sama yang mau diperintah..
26. Sering debat sama Ketua pengurus karena opini yang berlawanan..
27. Aktivitasnya flat.. Ngampus-nongkrong-choir-ngampus-nongkrong-choir-ngampus-nongkrong-choir (gitu terus sampe semester 7, Amin)..
28. Kalo libur kuliah, lagi males dan nggak ada kerjaan, ritme aktivitasnya makin alay.. Bangun jam 10.00.. Stay di atas tempat tidur (main Hay Day, nonton film, ataupun cek sosmed), dan baru mandi jam 20.00.. Lanjut tidur jam 01.00..
29. Suka banget sama sesuatu yang 'berbau' owl, purple, Nokia, Honda, & Fresh Green Tea..
30. Gue lebih suka untuk "Mencintai" daripada "Dicintai".. Karena, dengan mencintai gue bisa berjalan sesuai kemauan, kemampuan dan kesukaan gue terhadap suatu hal.. Dan yang pasti gue lebih merasa tertantang akan hal itu..
Sabtu, 24 Januari 2015
Keseruan dan PULAS
Hmmm nggak usah di ceritain lagi lah yaa, keseruan gue dkk join konser bareng temen-temen paduan suara kampus tetangga yang di ujung sana (read : Universitas Taruma Negara).. Iyaa, kenapa diujung.? Karena kesananya aja mesti lewat tol, berbagai macam bangunan besar bertingkat, mall, dan kemacetan Djakartah yang udah jadi ciri khas ini, wkwkwk..
Gue pribadi udah cukup beberapa kali keluar masuk kampus itu karena keperluan choir.. Mulai dari lomba, sampai nonton mereka konser sebagai undangan perwakilan Paramadina Choir sendiri.. Hubungan per-paduan suara kami pun, dirasa cukup bersahabat.. Terlebih, untuk ke ITB nanti PSUT (singkatan untuk paduan suara UNTAR) dengan Paramadina Choir mengikuti lomba internasional beda kategori.. Kan makin bersahabat tuh yaaaa~~ (nggak jadi saingan, bhahaha)..
===
Konser selesai sekitar jam 21.30 malam.. Foto bersama dan blaa blaa blaa nya dulu, sampe Halim tau-tau udah jam 00.15 aja.. Karena laper (soalnya, dari siang gue emang belum makan.. kalo makan, ngeri produksi suara gue ketahan sama makanan yang bikin perut kenyang.. jadi itu alasannya), sampe rumah alhamdulillah nya masih ada sisa martabak telor spesial di atas lemari makan.. Gue comot, gue cemilin pake saosnya.. 'Glotrak-glotrek' macam tikus, ternyata bikin nyokap kebangun dan teriak kenceng sekenceng-kencengnya dari dalem kamar : "Kakak ya.?!!".. Sontak bikin gue kaget dan seketika jantung deg-degkan.. Siallll,...!! Lo bayangin, itu suasana ruangan sepi dan tiba-tiba teriakan muncul.. Kan bikin kaget yak..??! -_-"
Mama masih dikamar, dan selama 10 detik gue diem nenangin jiwa, gue lanjut sautin "Iyaa, aku baru pulang".. "Iyaa kak, dimakan aja itu martabak buat kamu" sambung Mama.. Terus dalem hati *orang udah abis juga makanan sisa -_-"* dan tiba-tiba hening lagi karena nyokap lanjut mimpi perjalanan ke Arab-nya, hahaha..
Selesainya, gue lanjut beresin makeup di kamar dan beres-beres segala macem kostum dll-nya.. Selesai jam 02.00, dan gue lanjut tidur.. Terus baru bangun lagi jam empat sore tadi, bhahaha.. PULAS~~
Gue pribadi udah cukup beberapa kali keluar masuk kampus itu karena keperluan choir.. Mulai dari lomba, sampai nonton mereka konser sebagai undangan perwakilan Paramadina Choir sendiri.. Hubungan per-paduan suara kami pun, dirasa cukup bersahabat.. Terlebih, untuk ke ITB nanti PSUT (singkatan untuk paduan suara UNTAR) dengan Paramadina Choir mengikuti lomba internasional beda kategori.. Kan makin bersahabat tuh yaaaa~~ (nggak jadi saingan, bhahaha)..
===
Konser selesai sekitar jam 21.30 malam.. Foto bersama dan blaa blaa blaa nya dulu, sampe Halim tau-tau udah jam 00.15 aja.. Karena laper (soalnya, dari siang gue emang belum makan.. kalo makan, ngeri produksi suara gue ketahan sama makanan yang bikin perut kenyang.. jadi itu alasannya), sampe rumah alhamdulillah nya masih ada sisa martabak telor spesial di atas lemari makan.. Gue comot, gue cemilin pake saosnya.. 'Glotrak-glotrek' macam tikus, ternyata bikin nyokap kebangun dan teriak kenceng sekenceng-kencengnya dari dalem kamar : "Kakak ya.?!!".. Sontak bikin gue kaget dan seketika jantung deg-degkan.. Siallll,...!! Lo bayangin, itu suasana ruangan sepi dan tiba-tiba teriakan muncul.. Kan bikin kaget yak..??! -_-"
Mama masih dikamar, dan selama 10 detik gue diem nenangin jiwa, gue lanjut sautin "Iyaa, aku baru pulang".. "Iyaa kak, dimakan aja itu martabak buat kamu" sambung Mama.. Terus dalem hati *orang udah abis juga makanan sisa -_-"* dan tiba-tiba hening lagi karena nyokap lanjut mimpi perjalanan ke Arab-nya, hahaha..
Selesainya, gue lanjut beresin makeup di kamar dan beres-beres segala macem kostum dll-nya.. Selesai jam 02.00, dan gue lanjut tidur.. Terus baru bangun lagi jam empat sore tadi, bhahaha.. PULAS~~
Minggu, 18 Januari 2015
Biarlah Masa Lalu
Mama sering banget becandain gue gara-gara intensitas gue nulis semakin menggila.. Dirumah, mulai melek mata gue udah lanjut ambil gadget dan nulis.. Biasanya, gue nulis apapun yang jadi mimpi gue semalem.. Alurnya sedapet mungkin gue inget dan gue catet lagi dalem note 10.1" gue itu..
"Lagi apa kak.? NGE-BLOGG yaaa...???" *gue suka ngakak sendiri kalo Mama udah nyindir-nyindir konyol gitu.. "Iyaa mah, ngapain lagi.? Kalo nge-youtube kasian pulsa internetan kakak cepet abis nanti" *saut gue gitu* Bhahahahhahahahaha..
===
Hmmm betewe, gimana perasa lo ketika ada sesosok makhluk hidup dimasa lalu kembali hadir dan mencoba memperbaiki kesalahan masa lampau.?! Hmmm kalo gue sih, lebih baik menghindar perlahan dengan tetap santun di hadapan..
Udah 2 hari berturut-turut, gue mimpiin orang itu.. Kocak adalah ketika gue mimpi dalam setting-an jaman SMA alay yang pernah gue lalui.. Fisik, tata bahasa, dan situasinya sama persis.. Semua adegan dalam mimpi itu pun, beneran terasa nyata sampe-sampe nyokap bilang kalo gue ngomong sendiri selama tidur (dalam bahasa Yunani dikenal dengan sebutan 'ngigo', wkwkwk)..
Ehhh kampretnya pagi setelah gue mimpi itu, Lumia 925 gue bergetar unyu.. Ada notifikasi.. ("---- wants to follow you").." Waduh si abang nge-add eneng.. Hiksss hiksss..
Tau-tau orangnya memulai pembicaraan.. *"hayahhh cara lama mau lo idupin lagi bang.?!"*
"Lagi apa kak.? NGE-BLOGG yaaa...???" *gue suka ngakak sendiri kalo Mama udah nyindir-nyindir konyol gitu.. "Iyaa mah, ngapain lagi.? Kalo nge-youtube kasian pulsa internetan kakak cepet abis nanti" *saut gue gitu* Bhahahahhahahahaha..
===
Hmmm betewe, gimana perasa lo ketika ada sesosok makhluk hidup dimasa lalu kembali hadir dan mencoba memperbaiki kesalahan masa lampau.?! Hmmm kalo gue sih, lebih baik menghindar perlahan dengan tetap santun di hadapan..
Udah 2 hari berturut-turut, gue mimpiin orang itu.. Kocak adalah ketika gue mimpi dalam setting-an jaman SMA alay yang pernah gue lalui.. Fisik, tata bahasa, dan situasinya sama persis.. Semua adegan dalam mimpi itu pun, beneran terasa nyata sampe-sampe nyokap bilang kalo gue ngomong sendiri selama tidur (dalam bahasa Yunani dikenal dengan sebutan 'ngigo', wkwkwk)..
Ehhh kampretnya pagi setelah gue mimpi itu, Lumia 925 gue bergetar unyu.. Ada notifikasi.. ("---- wants to follow you").." Waduh si abang nge-add eneng.. Hiksss hiksss..
Tau-tau orangnya memulai pembicaraan.. *"hayahhh cara lama mau lo idupin lagi bang.?!"*
Libur latihan.?! NO...!! || Libur = Latihan
Semenjak libur kuliah, ritme tidur gue lumayan stabil.. Tapi tetep aja selesai subuhan gue tidur lagi, hahaha.. Padahal rencana dari jaman UAS kemaren, gue udah mau ngisi liburan dengan melakukan gaya hidup sehat (salah satunya 'olahraga').. Yahhh rencana tinggal rencana.. Biarpun libur, tetep aja tiap hari -tiap malem- gue wajib berkunjung ke sebuah bangunan yang tidak begitu besar bentuknya di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di jalan Jendral Gatot Subroto (read : kampus)..
Kayak tadi, jadwal latihan alhamdulillahnya pagi.. Bangun, leha-leha dulu, eeehhh nggak nyadar udah jam 9 pagi aja.. Selesai mandi gue lanjut sarapan dikit dan berangkat bareng pak Marta.. Nyampe kampus, pelatih gue udah dateng duluan (jadi nggak enak, hehehe).. Lanjut deh kita maen 'yoga-yoga-an'..
Hmmm jadwal latihan choir gue dkk tiap hari Minggu adalah latihan koreo.. Gue nggak suka kalo ada orang yang bilang "ahhh nyanyi itu gampang.. lo tinggal nyamain nada, cuap-cuap sesuai lirik, dan ikutin harmonisasi yang ada bareng iringan musiknya".. EH HELLO...!! Lo pikir nyanyi itu nggak pake teknik.?! Lo pikir nyanyi itu nggak butuh emosi, dan ketepatan nembak nada.?! Jhaaaaa lo pikir lah itu sendiri...!!
Se umur-umurnya gue di choir, nggak ada ceritanya gue nyanyi asal nyamain nada, liat lirik barengan iringan musik.. "NGGAK ADA".. Apalagi ini CHOIR = Paduan Suara.. Yang ada, kita bener-bener nyanyi sesuai teknik (kalo mau tau lebih banyak lagi, yukk ngobrol bareng gue diluar, hahaha)..
Pagi ini pun demikian.. Terlebih latihan koreo sama teknik nyanyinya digabungin, alhasil ada beberapa tahapan olah fisik yang pelatih minta untuk kita laksanakan sebagai penunjang hasil yang ideal *halah*..
Yaa udsss lah, sembari 'bayar utang' gue bener-bener ikutin latihan fisik hari ini (sebenernya udah dari 2 minggu yang lalu pelatih memberlakukan teknik yoga ini, sebelum latihan dimulai) dengan sungguh-sungguh dan sangat menikmatinya..
Alhasil, produksi suara gue terasa semakin ber-harkat dan ber-martabat.. *HAYAH~~
Tapi tetep aja udahannya badan gue asoy geboy serimomoy pegelnya..
Ehh tapi seriusan loh, terimakasih kak Pitung.. :")
Kayak tadi, jadwal latihan alhamdulillahnya pagi.. Bangun, leha-leha dulu, eeehhh nggak nyadar udah jam 9 pagi aja.. Selesai mandi gue lanjut sarapan dikit dan berangkat bareng pak Marta.. Nyampe kampus, pelatih gue udah dateng duluan (jadi nggak enak, hehehe).. Lanjut deh kita maen 'yoga-yoga-an'..
Hmmm jadwal latihan choir gue dkk tiap hari Minggu adalah latihan koreo.. Gue nggak suka kalo ada orang yang bilang "ahhh nyanyi itu gampang.. lo tinggal nyamain nada, cuap-cuap sesuai lirik, dan ikutin harmonisasi yang ada bareng iringan musiknya".. EH HELLO...!! Lo pikir nyanyi itu nggak pake teknik.?! Lo pikir nyanyi itu nggak butuh emosi, dan ketepatan nembak nada.?! Jhaaaaa lo pikir lah itu sendiri...!!
Se umur-umurnya gue di choir, nggak ada ceritanya gue nyanyi asal nyamain nada, liat lirik barengan iringan musik.. "NGGAK ADA".. Apalagi ini CHOIR = Paduan Suara.. Yang ada, kita bener-bener nyanyi sesuai teknik (kalo mau tau lebih banyak lagi, yukk ngobrol bareng gue diluar, hahaha)..
Pagi ini pun demikian.. Terlebih latihan koreo sama teknik nyanyinya digabungin, alhasil ada beberapa tahapan olah fisik yang pelatih minta untuk kita laksanakan sebagai penunjang hasil yang ideal *halah*..
Yaa udsss lah, sembari 'bayar utang' gue bener-bener ikutin latihan fisik hari ini (sebenernya udah dari 2 minggu yang lalu pelatih memberlakukan teknik yoga ini, sebelum latihan dimulai) dengan sungguh-sungguh dan sangat menikmatinya..
Alhasil, produksi suara gue terasa semakin ber-harkat dan ber-martabat.. *HAYAH~~
Tapi tetep aja udahannya badan gue asoy geboy serimomoy pegelnya..
Ehh tapi seriusan loh, terimakasih kak Pitung.. :")
Kamis, 15 Januari 2015
Sukar Menerima
Oke, postingan tadi cuman lucu-lucuan aja.. Sekarang gue pengen bahas yang serius..
Ini soal MK yang gue ikutin di semester 5.. Namanya, PSP (Penyusunan Skala Psikologi).. Nggak mau nyari citra apa-apa, gue emang kurang yakin bisa lulus mata kuliah ini dengan sempurna sejak awal semester.. Karena apa.?! Karena PSP membahas semua hal yang gue sendiri kurang perhatian sama hal-hal didalamnya itu.. "Bukan gue banget lah" begitu ucapnya gue..
Yang namanya penyusunan skala, otomatis berurusan sama angka, rumus, cara hitung, yang dasarnya kuantitatif.. Trauma masa kecil ketika gue di bentak habis-habisan sama guru dan orang tua ketika mereka ngajarin gue soal matematika, ternyata berdampak sampai sekarang.. SD-SMP-SMA, gue sama sekali nggak nyetak prestasi apa-apa di bidang matematika.. Operasi hitung dan segala macem tektek bengeknya itu, gue rasa sangat lemah pada diri gue.. Ketakutan akan ngerjain soalnya karena bentakan itulah yang bikin gue sukar buat paham dan ngerti apa yang mesti gue lakukan ketika gue dihadapkan oleh segelintir prosedur buat dapetin hasil akhir..
Yaa, dan itu gue alami lagi untuk proses pengerjaan tugas ini..
Tugas UAS gue dkk adalah mengoprasikan skala dari tes abilitas yang datanya berasal dari anak-anak SMK di salah satu sekolah menengah kejuruan di daerah Jakarta Selatan.. Dari tes abilitas (tes kemampuan) itu, selanjutnya data yang diperoleh wajib di olah dengan sebuah aplikasi yang namanya Lisrel..
Soal tes abilitas, gue yang buat.. Nyebar data dan minta ijin ke sekolah (buat jadiin siswa/i nya partisipan) pun, gue yang jalanin.. Tapi entah kenapa buat ngolah datanya itu ke dalam bentuk aplikasi yang sudah di tentukan kok rasanya sulit bangettttt.. Beruntung gue punya partner group yang kece : "Geges" dan "Anggre".. Mereka yang udah semangatin dan bantu gue ini itu sampe manage mood dan emosi gue yang keseringan turun-turun-turun buat ngerjain tugas yang satu ini..
Sampai pada akhirnya (hari Rabu kemaren) tiba pengumpulan tugas UAS itu..
Lubuk hati terdalam gue merasa bahwa gue sangat kecewa dengan tidak terkoneksinya diri gue antara otak-hasrat-emosi.. Gue sedih, gue marah, dan gue bingung- pada diri gue, sendiri..
Ketakutan akan 'gagal' itu pun terulang lagi..
Ini soal MK yang gue ikutin di semester 5.. Namanya, PSP (Penyusunan Skala Psikologi).. Nggak mau nyari citra apa-apa, gue emang kurang yakin bisa lulus mata kuliah ini dengan sempurna sejak awal semester.. Karena apa.?! Karena PSP membahas semua hal yang gue sendiri kurang perhatian sama hal-hal didalamnya itu.. "Bukan gue banget lah" begitu ucapnya gue..
Yang namanya penyusunan skala, otomatis berurusan sama angka, rumus, cara hitung, yang dasarnya kuantitatif.. Trauma masa kecil ketika gue di bentak habis-habisan sama guru dan orang tua ketika mereka ngajarin gue soal matematika, ternyata berdampak sampai sekarang.. SD-SMP-SMA, gue sama sekali nggak nyetak prestasi apa-apa di bidang matematika.. Operasi hitung dan segala macem tektek bengeknya itu, gue rasa sangat lemah pada diri gue.. Ketakutan akan ngerjain soalnya karena bentakan itulah yang bikin gue sukar buat paham dan ngerti apa yang mesti gue lakukan ketika gue dihadapkan oleh segelintir prosedur buat dapetin hasil akhir..
Yaa, dan itu gue alami lagi untuk proses pengerjaan tugas ini..
Tugas UAS gue dkk adalah mengoprasikan skala dari tes abilitas yang datanya berasal dari anak-anak SMK di salah satu sekolah menengah kejuruan di daerah Jakarta Selatan.. Dari tes abilitas (tes kemampuan) itu, selanjutnya data yang diperoleh wajib di olah dengan sebuah aplikasi yang namanya Lisrel..
Soal tes abilitas, gue yang buat.. Nyebar data dan minta ijin ke sekolah (buat jadiin siswa/i nya partisipan) pun, gue yang jalanin.. Tapi entah kenapa buat ngolah datanya itu ke dalam bentuk aplikasi yang sudah di tentukan kok rasanya sulit bangettttt.. Beruntung gue punya partner group yang kece : "Geges" dan "Anggre".. Mereka yang udah semangatin dan bantu gue ini itu sampe manage mood dan emosi gue yang keseringan turun-turun-turun buat ngerjain tugas yang satu ini..
Sampai pada akhirnya (hari Rabu kemaren) tiba pengumpulan tugas UAS itu..
Lubuk hati terdalam gue merasa bahwa gue sangat kecewa dengan tidak terkoneksinya diri gue antara otak-hasrat-emosi.. Gue sedih, gue marah, dan gue bingung- pada diri gue, sendiri..
Ketakutan akan 'gagal' itu pun terulang lagi..
Langganan:
Postingan (Atom)