Selasa, 18 November 2014

Diskriminatif banget yaa.?! Hmmm..

Tepat tanggal 18 ini, temen sekamar kostan ngerayain anniv bareng pacarnya.. Anniv disaat mereka lagi berada dalam posisi yang serba salah => mempertahankan ego masing-masing, atau saling paham kurangnya masing-masing..
Tapi, beruntungnya mereka punya alarm sendiri sebagai pengingat kalo mereka sedang ada di masa untuk saling mengenal dan paham satu sama lain..
===

Tadi siang (17/11) ada kelas Kualitatif di kampus.. Salah satu dosen favorite yang ngajar.. Doi emang suka rada telat masuk kelas.. Cuman, atensi yang timbul untuk tetep merhatiin doi presentasi tinggi banget.. Pokoknya nggak mau kelewat lah sama kelas Kualitatif ini #seriusnggakperezzz..
BTW, dosen itu sering banget menganalogikan kasus dari pembahasan yang pengen dibahas dalam bentuk perumpamaan yang 'kita banget'.. Maksudnya, yaa kayak ngasih contoh yang aplikatif di kehidupan sehari-hari.. Berhubung anak kelas kebanyakan 'baper' alias bawa perasaan, sasaran empuknya adalah mereka yang punya pacar.. Yang jomblo, maap-maap kata nih..Nggak dimintain pendapat ketika nyinggung persoalan mengenai pacar-pacaran.. *halahhh*

Yaaa nggak usah jauh-jauh lah yaa.. :
"Kalo lo fik, gimana pendapat lo.? Lo udah pacaran belum.?"
"Belum pak"..
"HAH.?! Serius lo belum pacaran.?"
"Iyaa pak serius"..
"Ywdh, lo nggak usah ngasih pendapat dulu yakk"..
Itu sakit, malu, dan berasa pengen ngomong "SHIT tjoy...!!" Hahaaa.. Kampret, konyol banget gara-gara gue jomblo, gue jadi nggak bisa ngutarain opini gue di muka publik (dlm satu kelas)..

Seru.? BANGET...!!

Lebih seru lagi kalo gue punya pacar.. Jadi kan sekalian gue bisa jawab pertannyaan itu dosen, sekalian juga gue bisa paham kepribadian orang lain selain diri gue sendiri..
"eitsss maapin kalo kode* #SIAP86

NB : Terinspirasi dari cerita temen sekamar yang lagi ngerayaan anniv bareng, walaupun lagi cemberutan.. Tapi tetep tanggung jawab sama hubungannya dong yaaaaa.. Hmmmmm~~

Senin, 17 November 2014

Don't LoSE...!!

Lo hadir, dengan keindahan baru yang lo punya..
Lo datang, bawa harapan itu muncul lagi..
Lo samperin gue, seakan kita bakalan ada dalam sebuah kerjasama yang mumpuni..

Gue mencoba mengerti, terus dan terus..
Udah nggak peduli lagi berapa banyak hal yang gue 'tolak' kehadirannya, hanya untuk mencoba ngertiin apa yang lo pahami..
Udah mencoba untuk move dari keadaan yang serba salah dan membingungkan ini, tapi tetep aja serpihan-serpihannya masih ngikut..
Dan udah banyak cara, untuk memposisikan diri gue yang terbaik, walaupun lo sendiri nggak meminta dan nggak nuntut gue untuk itu..

Sempet capek dan lelah..
Tapi setelah semua berjalan, dan seakan nggak bisa lepas, gue tersadar dan berani bilang kalo ternyata lo itu _ _ _
My Trust.. My Shine.. & My Bright..

And in the end, i wish there will be three words in my life with you.. And it :My Love, My Soul, and My Everything..

Kupu-Kupu KU

Berada di sebuah taman..
Indah, banyak bunga, pepohonan rindang, dan ada pula kupu-kupu cantik berwarna-warni yang menjadi penghuni alamnya.. Aku melihat bunga mawar merah yang sedang merekah di tengah-tengah taman tersebut.. Seketika keinginan hati ku untuk mendekati bunga itu, untuk hanya sekedar menyentuh kupu-kupu yang hinggap diatas mahkotanya..
Aku berlari... dan berlari... Ternyata gerakan badan ku membuat kupu-kupu itu sadar akan kehadiran sosok asing disekitarnya.. Ketidaknyamanan yang kemudian harus membuatnya terbang tinggi dan pindah ke taman yang lain..

Esok harinya, aku datangi lagi tempat itu.. Aroma harum tanah dan dedaunan melekat di ingatan.. Bunyi berisik dari hempasan angin di hari itu, kemudian membuatku terenyuh dalam nyamanya sore ku.. Aku duduk di atas guntukan batu bersemen penuh lumut, untuk sekedar menghela nafas panjang karena lelah dan peluh ku yang banyak membasahi sekitaran wajah di hari itu..
Kupandangi kanan dan kiri indahnya bunga, tiba-tiba aku merasa ada yang aneh dan tak sesuai..
"Kupu-kupu itu mana.?" Tanya ku dalam hati..
Aku menunggu, diam tak bergerak.. "Mana.? Lama banget nggak dateng-dateng"..
Dan sampai matahari menguncupkan sinarnya, aku masih tak menemukan di mana kupu-kupu itu.. Tapi aku masih terus menunggu..

----------

Satu hari, dua hari..
Satu minggu, dua minggu..
Satu bulan, dua bulan..
Satu tahun, dua tahun..

Usia ku makin bertambah besar, mulai meninggalkan masa anak-anak, memasuki masa remaja, meninggalkan masa remaja, dan kini aku mulai memasuki masa dewasa ku.. Semua ku jalani dengan penuh semangat tanpa melupakan indahnya taman itu..

Sekarang, aku ingin mencoba untuk pergi ke taman itu lagi, dan melihat.. Apakah kupu-kupu yang sudah lama ku tinggalkan itu masih ada, dengan generasi barunya.. Atau taman itu sudah tak terawat dan meninggalkan sisa kebahagiaan masa lampau..?!*entah..

Yang jelas, aku masih mengharapkan kupu-kupu itu hadir, menyentuh telapak tangan ku yang sudah ku buka.. Dan kemudian, aku bisa melunasi keinginan masa lalu ku.. Yakni menyentuhnya, dan membuatnya percaya, bahwa aku bukan orang asing..

Senin, 10 November 2014

Segalanya, Bukan untuk Sendiri

Ayah dan Mama tidak pernah mendidik kami menjadi pribadi yang serakah, iri dengki, dan pemilik penyakit hati lainnya.. Tapi sebagai orang tua, mereka juga tak luput dari kesalahan yang memang pernah mereka lakukan sampai pada akhir yang kompleks seperti ini, di sini..

Setelah kuliah Psikologi, aku jadi semakin paham kenapa hal itu terjadi, dan kenapa hal itu sebegini ngefeknya mencampuri pribadi ku (yang sampai detik ini terus bertahan agar semuanya terasa baik dan indah)..

"Tuhan memang tak menciptakan hambanya dengan 100% pujian, 100% nikmat, dan 100% kebaikan.. Tuhan memang tak memanjakan hambanya yang Ia rasa punya kekuatan jiwa (psikis) dan raga (fisik) yang kuat serta berenergi positif..
Dan Tuhan pun, tak menjanjikan akan memberikan sesuatu yang baik, jika hambanya tak mau berusaha dan berdoa"..

Ku yakini itu, untuk kemudian ku terapkan untuk diriku yang terus beranjak dewasa ini..

Banyak pribadi yang merasa dirinya kurang.. Banyak juga pribadi yang merasa dirinya cukup..
Sementara aku.?!
Aku cukup menerima dengan semua keadaan ini, walau di awal aku sempat benci pada yang menciptakan ku.. Entah, mungkin saat itu emosi dan gejolak penolakan hebat, yang sangat mendominasi diri ku di masa remaja kala itu..

Andai waktu yang sama dapat terulang.. Mungkin aku orang pertama yang akan mencegah, dan memberhentikan kemaksiatan itu.. Mungkin aku orang yang akan membunuh, siapa yang menjadi pemain di balik layar ini.. Walaupun terkesan agresif dan arogan, tapi, mungkin itu yang akan ku lakukan (diluar daya ku sebagai remaja perempuan saat itu)..

=====

Aku meyakini keberadaan Tuhan yang lebih dekat dari urat nadi atau bahkan darah yang mengalir dalam tubuh ku.. 
Setelah sekian lama, akhirnya Dia menjawab doa ku yang tersampaikan..
Tidak semua.. 
Karena masih banyak hal (yang memerlukan isi otak ku, mata jeli ku, telinga sensitif ku, penciuman tajam ku, kalimat mutakhir ku, kedua tangan ku, kedua kaki ku, dan kekuatan psikis ku), yang harus ku 'bereskan' sebelum semuanya terlambat dan berakhir..

Kuatkan aku..
Aku disini, untuk kalian..
_Keluarga terhebat ku..

Minggu, 09 November 2014

: KITA

Dan, apa kemudian itu semua membuat ku angkat tangan, tutup mata dan telinga, serta menyerah.?!
TIDAK.. ITU BUKAN DIRIKU..

Dalam kamus ku, tidak ada kata menyerah.. Yang ada hanyalah hadapi, bertahan, dan perbaiki yang 'rusak'.. Aku ada, bukan meminta untuk kau percayai.. Tetapi untuk membuktikan, bahwa keberadaan ku, untuk mu.. Dan masa depan..(maybe : Masa Depan KITA)

Im Proud of You

Dia keras.. Semakin keras bahkan.. Karakteristik yang nggak sengaja terbentuk karna trauma masa kecil, membuat dia semakin arogan yang ditutupinya dengan citra positif.. Iyaaaa, citra positif yang berulang kali ia usahakan untuk ada, dan bertahan bersama dirinya..

Bukan kasian, iba, atau justru sedih membaca postingan-postingan yang kerap ia publikasikan di media sosial yang dimilikinya.. Tapi rasa kebanggaan yang semakin bertambah dan terus bertambah..

Mungkin, lehernya sudah kaku, sehingga ia enggan melirik ke kanan & ke kiri.. Mungkin, mulutnya sudah berbusa, karna banyak pernyataan kecewa yang ia sampaikan pada target yang memulai.. Mungkin, bahu dan tangannya sulit digerakan untuk sekedar meminta orang lain memeluknya erat-erat sebagai penenang.. Dan mungkin, otaknya sudah mengental dan membeku ketika ia kelelahan untuk mengingat trauma itu.. Trauma yang membuatnya seperti ini..
Trauma yang sulit tertembus oleh apapun.. Dan trauma, yang membuatnya kuat..

Keras, berprinsip, dan pemilik filtrasi, dengan hanya setitik lubang kecil di tengah nya.. Itulah dia..

"REALLY.. IM PROUD OF YOU"

Jumat, 24 Oktober 2014

Kupersilahkan

Diam ku sedari tadi, bukti bahwa aku serius..
Diam ku sedari tadi, bukti bahwa aku menghargai mu..
Dan diam ku sedari tadi, adalah cara ku menahan rasa sakit..

Nggak tau mesti bersikap seperti apa..
Mendewasakan diri dengan menerima semua kenyataan, membohongi diri dan berkata "baik-baik saja",
atau
Memaksakan kehendak agar semua berjalan sempurna sesuai dengan mau ku..
Entah.......

Yang ada dalam pikiran ku saat ini adalah ketika Tuhan sengaja mengirim kan dia, untuk menemani, mengimbangi, dan menjadikan mu sebagai pribadi yang lebih baik dari sekarang..
Aku nggak bisa menolak, kalo dia adalah orangnya..