Berada di sebuah taman..
Indah, banyak bunga, pepohonan rindang, dan ada pula kupu-kupu cantik berwarna-warni yang menjadi penghuni alamnya.. Aku melihat bunga mawar merah yang sedang merekah di tengah-tengah taman tersebut.. Seketika keinginan hati ku untuk mendekati bunga itu, untuk hanya sekedar menyentuh kupu-kupu yang hinggap diatas mahkotanya..
Aku berlari... dan berlari... Ternyata gerakan badan ku membuat kupu-kupu itu sadar akan kehadiran sosok asing disekitarnya.. Ketidaknyamanan yang kemudian harus membuatnya terbang tinggi dan pindah ke taman yang lain..
Esok harinya, aku datangi lagi tempat itu.. Aroma harum tanah dan dedaunan melekat di ingatan.. Bunyi berisik dari hempasan angin di hari itu, kemudian membuatku terenyuh dalam nyamanya sore ku.. Aku duduk di atas guntukan batu bersemen penuh lumut, untuk sekedar menghela nafas panjang karena lelah dan peluh ku yang banyak membasahi sekitaran wajah di hari itu..
Kupandangi kanan dan kiri indahnya bunga, tiba-tiba aku merasa ada yang aneh dan tak sesuai..
"Kupu-kupu itu mana.?" Tanya ku dalam hati..
Aku menunggu, diam tak bergerak.. "Mana.? Lama banget nggak dateng-dateng"..
Dan sampai matahari menguncupkan sinarnya, aku masih tak menemukan di mana kupu-kupu itu.. Tapi aku masih terus menunggu..
----------
Satu hari, dua hari..
Satu minggu, dua minggu..
Satu bulan, dua bulan..
Satu tahun, dua tahun..
Usia ku makin bertambah besar, mulai meninggalkan masa anak-anak, memasuki masa remaja, meninggalkan masa remaja, dan kini aku mulai memasuki masa dewasa ku.. Semua ku jalani dengan penuh semangat tanpa melupakan indahnya taman itu..
Sekarang, aku ingin mencoba untuk pergi ke taman itu lagi, dan melihat.. Apakah kupu-kupu yang sudah lama ku tinggalkan itu masih ada, dengan generasi barunya.. Atau taman itu sudah tak terawat dan meninggalkan sisa kebahagiaan masa lampau..?!*entah..
Yang jelas, aku masih mengharapkan kupu-kupu itu hadir, menyentuh telapak tangan ku yang sudah ku buka.. Dan kemudian, aku bisa melunasi keinginan masa lalu ku.. Yakni menyentuhnya, dan membuatnya percaya, bahwa aku bukan orang asing..
Kejujuran cerita sesuai pengalaman setiap hari, yang nggak jarang ngusik intuisi jadi 'ON'
Senin, 17 November 2014
Senin, 10 November 2014
Segalanya, Bukan untuk Sendiri
Ayah dan Mama tidak pernah mendidik kami menjadi pribadi yang serakah, iri dengki, dan pemilik penyakit hati lainnya.. Tapi sebagai orang tua, mereka juga tak luput dari kesalahan yang memang pernah mereka lakukan sampai pada akhir yang kompleks seperti ini, di sini..
Setelah kuliah Psikologi, aku jadi semakin paham kenapa hal itu terjadi, dan kenapa hal itu sebegini ngefeknya mencampuri pribadi ku (yang sampai detik ini terus bertahan agar semuanya terasa baik dan indah)..
"Tuhan memang tak menciptakan hambanya dengan 100% pujian, 100% nikmat, dan 100% kebaikan.. Tuhan memang tak memanjakan hambanya yang Ia rasa punya kekuatan jiwa (psikis) dan raga (fisik) yang kuat serta berenergi positif..
Dan Tuhan pun, tak menjanjikan akan memberikan sesuatu yang baik, jika hambanya tak mau berusaha dan berdoa"..
Ku yakini itu, untuk kemudian ku terapkan untuk diriku yang terus beranjak dewasa ini..
Banyak pribadi yang merasa dirinya kurang.. Banyak juga pribadi yang merasa dirinya cukup..
Sementara aku.?!
Aku cukup menerima dengan semua keadaan ini, walau di awal aku sempat benci pada yang menciptakan ku.. Entah, mungkin saat itu emosi dan gejolak penolakan hebat, yang sangat mendominasi diri ku di masa remaja kala itu..
Andai waktu yang sama dapat terulang.. Mungkin aku orang pertama yang akan mencegah, dan memberhentikan kemaksiatan itu.. Mungkin aku orang yang akan membunuh, siapa yang menjadi pemain di balik layar ini.. Walaupun terkesan agresif dan arogan, tapi, mungkin itu yang akan ku lakukan (diluar daya ku sebagai remaja perempuan saat itu)..
=====
Aku meyakini keberadaan Tuhan yang lebih dekat dari urat nadi atau bahkan darah yang mengalir dalam tubuh ku..
Setelah sekian lama, akhirnya Dia menjawab doa ku yang tersampaikan..
Tidak semua..
Karena masih banyak hal (yang memerlukan isi otak ku, mata jeli ku, telinga sensitif ku, penciuman tajam ku, kalimat mutakhir ku, kedua tangan ku, kedua kaki ku, dan kekuatan psikis ku), yang harus ku 'bereskan' sebelum semuanya terlambat dan berakhir..
Kuatkan aku..
Aku disini, untuk kalian..
_Keluarga terhebat ku..
Minggu, 09 November 2014
: KITA
Dan, apa kemudian itu semua membuat ku angkat tangan, tutup mata dan telinga, serta menyerah.?!
TIDAK.. ITU BUKAN DIRIKU..
Dalam kamus ku, tidak ada kata menyerah.. Yang ada hanyalah hadapi, bertahan, dan perbaiki yang 'rusak'.. Aku ada, bukan meminta untuk kau percayai.. Tetapi untuk membuktikan, bahwa keberadaan ku, untuk mu.. Dan masa depan..(maybe : Masa Depan KITA)
TIDAK.. ITU BUKAN DIRIKU..
Dalam kamus ku, tidak ada kata menyerah.. Yang ada hanyalah hadapi, bertahan, dan perbaiki yang 'rusak'.. Aku ada, bukan meminta untuk kau percayai.. Tetapi untuk membuktikan, bahwa keberadaan ku, untuk mu.. Dan masa depan..(maybe : Masa Depan KITA)
Im Proud of You
Dia keras.. Semakin keras bahkan.. Karakteristik yang nggak sengaja terbentuk karna trauma masa kecil, membuat dia semakin arogan yang ditutupinya dengan citra positif.. Iyaaaa, citra positif yang berulang kali ia usahakan untuk ada, dan bertahan bersama dirinya..
Bukan kasian, iba, atau justru sedih membaca postingan-postingan yang kerap ia publikasikan di media sosial yang dimilikinya.. Tapi rasa kebanggaan yang semakin bertambah dan terus bertambah..
Mungkin, lehernya sudah kaku, sehingga ia enggan melirik ke kanan & ke kiri.. Mungkin, mulutnya sudah berbusa, karna banyak pernyataan kecewa yang ia sampaikan pada target yang memulai.. Mungkin, bahu dan tangannya sulit digerakan untuk sekedar meminta orang lain memeluknya erat-erat sebagai penenang.. Dan mungkin, otaknya sudah mengental dan membeku ketika ia kelelahan untuk mengingat trauma itu.. Trauma yang membuatnya seperti ini..
Trauma yang sulit tertembus oleh apapun.. Dan trauma, yang membuatnya kuat..
Keras, berprinsip, dan pemilik filtrasi, dengan hanya setitik lubang kecil di tengah nya.. Itulah dia..
"REALLY.. IM PROUD OF YOU"
Bukan kasian, iba, atau justru sedih membaca postingan-postingan yang kerap ia publikasikan di media sosial yang dimilikinya.. Tapi rasa kebanggaan yang semakin bertambah dan terus bertambah..
Mungkin, lehernya sudah kaku, sehingga ia enggan melirik ke kanan & ke kiri.. Mungkin, mulutnya sudah berbusa, karna banyak pernyataan kecewa yang ia sampaikan pada target yang memulai.. Mungkin, bahu dan tangannya sulit digerakan untuk sekedar meminta orang lain memeluknya erat-erat sebagai penenang.. Dan mungkin, otaknya sudah mengental dan membeku ketika ia kelelahan untuk mengingat trauma itu.. Trauma yang membuatnya seperti ini..
Trauma yang sulit tertembus oleh apapun.. Dan trauma, yang membuatnya kuat..
Keras, berprinsip, dan pemilik filtrasi, dengan hanya setitik lubang kecil di tengah nya.. Itulah dia..
"REALLY.. IM PROUD OF YOU"
Jumat, 24 Oktober 2014
Kupersilahkan
Diam ku sedari tadi, bukti bahwa aku serius..
Diam ku sedari tadi, bukti bahwa aku menghargai mu..
Dan diam ku sedari tadi, adalah cara ku menahan rasa sakit..
Nggak tau mesti bersikap seperti apa..
Mendewasakan diri dengan menerima semua kenyataan, membohongi diri dan berkata "baik-baik saja",
atau
Memaksakan kehendak agar semua berjalan sempurna sesuai dengan mau ku..
Entah.......
Yang ada dalam pikiran ku saat ini adalah ketika Tuhan sengaja mengirim kan dia, untuk menemani, mengimbangi, dan menjadikan mu sebagai pribadi yang lebih baik dari sekarang..
Aku nggak bisa menolak, kalo dia adalah orangnya..
Diam ku sedari tadi, bukti bahwa aku menghargai mu..
Dan diam ku sedari tadi, adalah cara ku menahan rasa sakit..
Nggak tau mesti bersikap seperti apa..
Mendewasakan diri dengan menerima semua kenyataan, membohongi diri dan berkata "baik-baik saja",
atau
Memaksakan kehendak agar semua berjalan sempurna sesuai dengan mau ku..
Entah.......
Yang ada dalam pikiran ku saat ini adalah ketika Tuhan sengaja mengirim kan dia, untuk menemani, mengimbangi, dan menjadikan mu sebagai pribadi yang lebih baik dari sekarang..
Aku nggak bisa menolak, kalo dia adalah orangnya..
Sabtu, 06 September 2014
Gue Pengen Lo Tau..
Mungkin, gue yang salah.. Naro hati dan ketulusan sampe presentasenya mencapai 80% buat orang yang nggak sepenuhnya sesuai..
Mungkin, gue yang salah.. Nggak memperluas pergaulan sampe gue bener-bener tau detil per detil nya, gimana sifat, sikap, dan perilaku semua temen laki-laki gue..
Mungkin, gue yang salah.. Udah punya espektasi tinggi, yang gue rancang cuman buat seseorang, yang peduli sama gue aja, kayaknya nggak..
Mungkin, gue yang salah.. Nggak cepet bertindak, cuman nunggu... nunggu... dan nunggu..... Sampe tiba waktu yang nggak tau pas atau nggak..
Atau mungkin gue yang salah.. Nggak bisa ada di sisi lo, ketika lo bener-bener lagi kalut dan butuh seseorang yang bisa di ajak diskusi.. Bila perlu, bisa ngapus air mata lo yang tiba-tiba jatuh itu..
Gue tau, lo sedang ada dalam sebuah kondisi, dimana keadaan hati, pikiran, espektasi, harapan, bahkan mungkin fisik lo, sedang dalam rasa kekecewaan yang besar.. Sangat besar bahkan..
Gue pengen lo tau,
Kalo lo, : "Nggak perlu kemana-mana"..
Lo tau, : "Gue ada disini"..
Dan lo, : "Cerita sama gue.. Walaupun (mungkin) gue nggak bakal bisa kasih saran apa-apa ke lo, tapi se enggak nya, lo disini luapin semua marah, dan kecewa lo ke gue.. Nggak apa-apa"..
Tapi sekarang, sikonnya bener-bener nggak sesuai angan.. Kita jauh, nggak saling paham, dan banyak rintangannya..
Gue masih berharap.. Berharap banget sama waktu yang pas untuk ungkapin semuanya..
Gue pengen lo tau.. Udah, itu aja..
Mungkin, gue yang salah.. Nggak memperluas pergaulan sampe gue bener-bener tau detil per detil nya, gimana sifat, sikap, dan perilaku semua temen laki-laki gue..
Mungkin, gue yang salah.. Udah punya espektasi tinggi, yang gue rancang cuman buat seseorang, yang peduli sama gue aja, kayaknya nggak..
Mungkin, gue yang salah.. Nggak cepet bertindak, cuman nunggu... nunggu... dan nunggu..... Sampe tiba waktu yang nggak tau pas atau nggak..
Atau mungkin gue yang salah.. Nggak bisa ada di sisi lo, ketika lo bener-bener lagi kalut dan butuh seseorang yang bisa di ajak diskusi.. Bila perlu, bisa ngapus air mata lo yang tiba-tiba jatuh itu..
Gue tau, lo sedang ada dalam sebuah kondisi, dimana keadaan hati, pikiran, espektasi, harapan, bahkan mungkin fisik lo, sedang dalam rasa kekecewaan yang besar.. Sangat besar bahkan..
Gue pengen lo tau,
Kalo lo, : "Nggak perlu kemana-mana"..
Lo tau, : "Gue ada disini"..
Dan lo, : "Cerita sama gue.. Walaupun (mungkin) gue nggak bakal bisa kasih saran apa-apa ke lo, tapi se enggak nya, lo disini luapin semua marah, dan kecewa lo ke gue.. Nggak apa-apa"..
Tapi sekarang, sikonnya bener-bener nggak sesuai angan.. Kita jauh, nggak saling paham, dan banyak rintangannya..
Gue masih berharap.. Berharap banget sama waktu yang pas untuk ungkapin semuanya..
Gue pengen lo tau.. Udah, itu aja..
Senin, 01 September 2014
September (Ceria Nggak Yaa.???)
Zaman dulu, sempet ada lagu yang judulnya September Ceria.. Kalo nggak salah, yang nyanyiin itu Vina Panduwinata.. Soloist wanita yang suaranya jarang atau bahkan nggak pernah terdengar pake head voice buat capai nada tinggi itu..
Eniweyyy.. Jadi jomblo sejak 11 Oktober 2012 sampe 1 September 2014 itu, agaknya emang rada terasa lama yaa.. Ngomongin masalah jomblo yang kelamaan, sumber utamanya adalah karena susah moveon.. Waktu 3 tahun 10 bulan yang dijalanin, saya akui adalah sebagai waktu yang cukup lama buat masa penjajakan alias pacaran.. Lamanya waktu itulah, yang bikin banyak kenangan sulit terlupakan.. Kampret banget sihhh dengernya.. Perezzz juga gitu.. Cuman yaa gimana.?! Emang itu harus diakui, terlebih waktu itu lagi masa-masanya remaja penuh cinta plus tren saat itu adalah = anak muda alay, yang apa-apa dilakukan secara berlebihan.. Hahaha..
Kalo diinget, kadang suka ngakak sendiri, senyum-senyum sendiri, sedih sendiri, dan nggak jarang juga kesel sendiri gitu.. Cuman yaa balik lagi.. Itu kan masa lalu..
Kalo di nyanyi ada teknik forward nafas diafragma, dalam kehidupan bercinta pun,kita harus bisa dan mau nggak mau harus move on.. Nggak perlu repot-repot melupakan, karna pada dasarnya, hal itu semua nggak akan bisa kita lupakan karna merupakan proses kita dalam sebuah kehidupan yang nyata.. Jadi yaaaa minimal, cukup dengan menyudahi yang sudah-sudah, tanpa menuntut ini itu dan tenggelam dalam rasa kekecewaan yang teramat dalam karna sudah di khianati aja, itu udah cukup kok..
Kalo di tanya sekarang.?! Yaa alhamdulilah sudah bisa move on.. FYI baru bisa moveon nya juga, 1 tahun belakangan ini.. Sasarannya.?! Cuman 1 dan nggak ada yang lain.. Senior kampus satu prodi yang punya banyak keunikan dan hal positif kalo tau history doi.. Hmmm jadi nggak sabar masuk kuliah lagi, ada aktivitas ngampus, sibuk dengan tugas-tugas menggemaskan, dan diskusi kelas yang interaktif.. *modus biar ketemu sasaran juga* *hahaha*
Dan ini, adalah salah satu cara saya buat bikin saya semangat, dan bikin September saya Ceria.. *bismillah* *Insya Allah*
Eniweyyy.. Jadi jomblo sejak 11 Oktober 2012 sampe 1 September 2014 itu, agaknya emang rada terasa lama yaa.. Ngomongin masalah jomblo yang kelamaan, sumber utamanya adalah karena susah moveon.. Waktu 3 tahun 10 bulan yang dijalanin, saya akui adalah sebagai waktu yang cukup lama buat masa penjajakan alias pacaran.. Lamanya waktu itulah, yang bikin banyak kenangan sulit terlupakan.. Kampret banget sihhh dengernya.. Perezzz juga gitu.. Cuman yaa gimana.?! Emang itu harus diakui, terlebih waktu itu lagi masa-masanya remaja penuh cinta plus tren saat itu adalah = anak muda alay, yang apa-apa dilakukan secara berlebihan.. Hahaha..
Kalo diinget, kadang suka ngakak sendiri, senyum-senyum sendiri, sedih sendiri, dan nggak jarang juga kesel sendiri gitu.. Cuman yaa balik lagi.. Itu kan masa lalu..
Kalo di nyanyi ada teknik forward nafas diafragma, dalam kehidupan bercinta pun,kita harus bisa dan mau nggak mau harus move on.. Nggak perlu repot-repot melupakan, karna pada dasarnya, hal itu semua nggak akan bisa kita lupakan karna merupakan proses kita dalam sebuah kehidupan yang nyata.. Jadi yaaaa minimal, cukup dengan menyudahi yang sudah-sudah, tanpa menuntut ini itu dan tenggelam dalam rasa kekecewaan yang teramat dalam karna sudah di khianati aja, itu udah cukup kok..
Kalo di tanya sekarang.?! Yaa alhamdulilah sudah bisa move on.. FYI baru bisa moveon nya juga, 1 tahun belakangan ini.. Sasarannya.?! Cuman 1 dan nggak ada yang lain.. Senior kampus satu prodi yang punya banyak keunikan dan hal positif kalo tau history doi.. Hmmm jadi nggak sabar masuk kuliah lagi, ada aktivitas ngampus, sibuk dengan tugas-tugas menggemaskan, dan diskusi kelas yang interaktif.. *modus biar ketemu sasaran juga* *hahaha*
Dan ini, adalah salah satu cara saya buat bikin saya semangat, dan bikin September saya Ceria.. *bismillah* *Insya Allah*
Langganan:
Postingan (Atom)